Manfaat Jamur Kuping Hitam

Manfaat jamur kuping hitam dipercaya dapat mengencerkan darah atau antikoagulasi yaitu mencegah gumpalan darah, dan sisi lain dapat juga sebagai antihaermohagi yaitu menghentikan pendarahan. Dan juga bermanfaat untuk penyembuhan penyakit jantung, pembuluh darah dengan endapan (aterosklerosis), penurun kolesterol dan trigliserida.

Dan apabila dikonsumsi setiap hari maka aliran darah akan menjadi lancar dan akan terhindar dari stroke atau jantung. Dengan 10 gram jamur kuping hitam, ditambah jahe 3 iris dan bawang putih 3 butir, bisa juga ditambah daging bersih lemak 40 gram dan sedikit garam. Kemudian rebus dengan air 6 mangkuk. Bagi menjadi 2 mangkuk diminum setiap hari, pagi dan sore. Ramuan ini dapat membersihkan 3 sumbatan dalam waktu 45 hari.

Ternyata begitu besar manfaat dari tanaman jamur ini, bahkan mampu menjadi alternative pengobatan. Semoga ulasan tentang manfaat jamur kuping hitam ini mampu memberikan informasi mengenai kegunaan dan manfaat dari tanaman jamur bagi Anda. Salam sukses.

 

jamur kuping hitam

Tips Menciptakan Jaringan Pasar Jamur Tiram

Pada umumnya para pedagang tradisional yang menjual jamur tiram menginginkan suplai produk selalu dilakukan, dalam arti kata Anda sebagai supplier harus konsekuen dengan ketersediaan produk . Dan untuk itulah ada beberapa strategi ciptakan jaringan pasar jamur tiram yang akan kami bahas kali ini.

 

1. Seimbangkan antara jumlah pedagang dengan ketersediaan produk.

Untuk langkah awalnya Anda dapat menentukan target pasar dan jumlah pedagang. Hitung dan seimbangkan jumlah pedagang yang bersedia Anda suplai dengan ketersediaan produk. Misalnya, Anda berhasil menawarkan kepada minimal 5 orang pedagang, masing-masing pedagang menyanggupi untuk mengambil 2kg – 5kg, maka Anda harus mampu mengatur jumlah panen jamur dalam kumbung yaitu 10kg – 25kg jamur perhari. Inilah jumlah wajib yang harus Anda sediakan untuk bisa menyuplai produk ke pedagang-pedagang tersebut, sekaligus untuk membangun kredibilitas Anda.

 

2. Buatlah Jadwal Pengisian Baglog dalam Kumbung

Berapapun jumlah baglog jamur dalam kumbung yang kita kelola. Kita harus melakukan penjadwalan yang jelas. Misalnya kita memiliki 10.000 baglog dalam kumbung, itu artinya pada masa produksi optimal, jamur bisa menghasilkan hingga 100 kg per harinya. Jika kita tidak memiliki pasar sebesar itu, maka jumlah 10.000 baglog itu harus di jadwal dengan baik, misalnya di isi per 2000 log dengan jarak pengisian kumbung 2 minggu, maka panen akan stabil di angka 30 kg per hari. Ini akan lebih memudahkan kita dalam mendistribusikan hasil panen sesuai dengan target pasar yang telah kita tentukan.

 

3. Selalu menjaga kualitas hasil panen

Untuk bisa memaksimalkan hasil penjualan, Anda harus mampu menjaga kualitas produk agar tetap bagus dan segar, sehingga konsumen pun akan setia mengkonsumsi produk Anda. Untuk itu sebaiknya jamur tiram di panen sekitar 3 – 4 jam sebelum dipasarkan dan kemudian dikemas menggunakan plastik kedap udara agar jamur bisa bertahan lebih dari 24 jam.

 

4. Berikan label pada kemasan

Mulai dikenalnya jamur oleh masyarakat, otomatis membuat angka permintaan produk semakin meningkat. Dengan begitu tidak dapat dipungkiri lagi bahwa akan semakin banyak pula persaingan antar pedagang jamur segar. Untuk itulah diperlukan label pada kemasan produk jamur tiram Anda sebagai identitas usaha. Hal ini sangat penting untuk membangun brand, kepercayaan dan kredibilitas. Sekaligus mudah bagi Anda untuk menerima kritik serta saran sebagai evaluasi produk selanjutnya.

 

5. Periksa terus terhadap hama penyakit

Secara umum apabila jamur tiram telah berproduksi, tidak ada hama berupa jamur liar. Akan tetapi, dikarenakan jamur mengandung protein, maka apabila baglog telah berumur lebih dari 60 hari, biasanya terdapat hama ulat. Ulat ini sebenarnya bukan berasal dari baglog atau dari jamurnya, tetapi berasal dari lingkungan. Untuk kasus pada jamur tiram seperti ini, apabila pada jamur telah terdapat ulat, hentikan sementara proses pemanenan, petik seluruh jamur hingga menyisakan jamur yang kecil-kecil saja. Lalu kompres (beri obat) hama ulat. Biarkan kumbung dan jangan diberi proses raising (penyiraman) selama 2 hari. Setelah itu lakukan perawatan seperti biasanya.

 

6. Buat kerja sama dengan petani jamur lain

Segala sesuatu bisa saja terjadi, termasuk pada budidaya jamur ada kalanya cuaca dan kelembaban yang tidak seimbang menyebabkan panen tidak bisa optimal. Dan untuk menyiasati pasokan kepada para pedagang agar tetap stabil, Anda bisa melakukan kerjasama dengan petani lain. Jagalah hubungan baik dengan mereka, sehingga pada saat Anda kekurangan jumlah jamur untuk di pasok, Anda bisa mengambil dari petani lain.

Inilah beberapa strategi bisnis untuk mengoptimalkan proses pemasaran bagi Anda yang berencana atau baru mulai menggeluti bisnis jamur.

Tips n Trick Untuk Menghindari Kontaminasi Pada Jamur Tiram

 

baglog jamur Berikut ini beberapa tips menghindari terjadinya kontaminasi jamur tiram.

  1. Mencampur media lama dengan media baru bukanlah tindakan yang terpuji. Media lama bisa saja menjadi sumber kontaminasi yang berbahaya. Dan Jangan pernah menunda memisahkan jamur yang telah terkontaminasi dengan jamur lainnya. Jika sudah mengetahui bahwa ada salah satu jamur yang telah rusak maka segera ambil dan pisahkan, karena kontaminasi tersebut akan mudah menular.
  1. Menggunakan alas kaki dari luar areal budidaya.  Hal ini bisa saja mengakibatkan terjadinya kontaminasi pada jamur, karena bisa saja alas kaki yang kita pakai sebelumnya menginjak atau bersinggungan dengan sumber kontaminasi. Selain itu baju atau pakaian khusus yang digunakan juga perlu diperhatikan, usahakan dalam keadaan bersih dan sering di cuci. Hal ini juga sangat rawan, terutama pada saat proses inokulasi.
  1. Hati-hati jika membawa makanan ke dalam areal budidaya atau ruang inkubasi terlebih lagi ruang inokulasi. Sisa makanan yang mungkin saja tercecer dapat menghasilkan jamur oncom yang dapat menyerang seisi kumbung. Jadi lebih mudahnya hindari saja makan di areal budidaya untuk mengantisipasi dampak buruk bagi pertumbuhan jamur
  1. sterilisasiJangan pernah mengabaikan penggunaan bunsen/ api pada proses inokulasi. Hal ini sangat penting untuk mengantisipasi organisme-organisme merugikan yang mampu masuk ke dalam media jamur. Kemudian ingatlah untuk selalu mencuci kembali dan menyimpan seluruh peralatan tanam jamur ditempat yang bersih. Jangan di sembarang tempat, karena khawatir akan membawa sumber kontaminasi pada saat alat tersebut akan dipakai kembali.
  1. Air ternyata juga dapat membawa dampak kontaminasi pada jamur. Padahal air merupakan salah satu sumber utama pada pertumbuhan jamur. Untuk itu jangan menggunakan air yang kotor, karena bisa saja mengandung organisme yang merugikan untuk jamur. Jadi selalu gunakan air bersih selama proses budidaya.

Dengan selalu menjaga kebersihan, keteraturan dan kerapian maka budidaya jamur tiram yang kita lakukan pun akan tumbuh dengan sempurna. Dengan begitu, hasil yang kita dapat juga akan memuaskan. Demikian informasi seputar budidaya jamur yang bisa menjadi wacana bagi kita semua

Cara Membuat Kumbung Jamur

Pada Postingan sebelumnya saya pernah menjelaskan tentang

Membudidayakan Jamur Tiram Putih

nah sekarang saya akan berbagi tentang cara membuat kembung jamur.

KUMBUNG  adalah istilah yang biasa di sebut untuk rumah jamur yang fungsinya untuk menyimpan media tanam jamur agar hasilnya berkualitas baik dari segi bentuk maupun bobotnya. Membuat kumbung jamur sebenarnya mudah sebab hampir sama dengan membuat gubug, bahannya pun bisa di dapatkan di sekitar rumah misalnya bambu yang penting kuat dan kokoh.

Dindingnya bisa berbentuk gedhek ( anyaman bambu ) tiangnya bisa dari bongkotan (bambu bagian bawah ) dan atapnya bisa di buat dari genting biasa atau bisa dari alang-alang yang penting tidak bocor saat hujan.

Usahakan atapnya tidak memakai ASBES sebab hawa di dalam ruangan menjadi panas. Lantai sebaiknya di biarkan berbentuk tanah bahkan lebih baik lagi jika di lapisi dengan pasir. Bahkan harus di usahakan hawa didalam ruangan menjadi dingin dan lembab karena memang pada dasarnya habitat jamur berada di tempat yang lembab dan agak dingin.

Untuk membuat Kumbung sebaiknya anda perlu memperhatikan poin-poin penting di bawah ini :

–          Ukuran panjang bangunan dibuat per 2,00 meter dari tiang utama ke tiang utama.

–          Buat sistem rak dengan tinggi rak sekitar 60 cm dengan lebar sekitar 90 cm dan jumlah tingkat 5 buah.

–          Sekitar 80 cm gntuk gang / orang berjalan lebar.

–          Bagian bawah tiang – tiang utama (bambu) konstruksi di letakan diatas pondasi setempat dan samping bangunan ditutup pakai pasangan bata agar tdk ada binatang masuk ke dalam ruangan.

–          Rak paling bawah,  jarak dari tanah sekitar 20 cm – 30 cm.

–          Usahakan setiap membuat rumah jamur berkapasitas untuk 5.000 media tanam dengan ukuran kumbung sekitar 7,00 m x 2,60 m (ukuran memanjang) bisa juga ukuran bujur sangkar, semua tergantung bentuk tanahnya.

Tata cara pakai :

Bila bangunan kumbung sdh selesai dibuat jangan langsung dimasukan media tanam tetapi bersihkan area kumbung baik luar maupun dalam dari segala sampah dan kotoran bekas kerja.

Bersihkan pakai (disemprot) khusus bagian dalam (dari atas sampai bawah).

Kemudian semprotlah ruangan pakai obat kimia untuk mematikan bakteri-bakteri (agar area dalam menjadi steril) misalnya pakai formalin.

Diamkan sekitar 2 x 24 jam agar bau obat hilang dan pintu harus slalu tertutup.

Setelah itu masukan media tanam yang sdh terbungkus milesium 100 % (siap tumbuh jamur) dari ruang inkubasi.

ImageImage

Jenis-Jenis Jamur yang Enak Untuk Dibisniskan :D

Sebelum memulai bisnis serta budidaya jamur ada baiknya kita mengetahui jenis-jenis jamur yang layak untuk dibudidaya dan dibisniskan. Sekarang ayo kita lihat apa saja jenis-jenis jamurnya:

Jamur merang: 

Warna tudungnya ada beberapa macam, antara lain putih bersih, abu-abu dan hitam tergantung pada bibitnya dan cara budidayanya. Paling enak jamur ini dimasak ketika tudungnya belum mekar.

Jamur champignon:
Di sini dikenal dengan nama jamur kancing. Termasuk dalam jenis jamur bunga putih. Jamur jenis ini dibudidayakan khusus di daerah beriklim sejuk. Biasanya dijual segar atau dalam kaleng. Selain itu, jamur ini juga dapat diawetkan dengan cara dikeringkan untuk tepung jamur atau keripik jamur.

Jamur kuping:
Dinamakan demikian karena bentuknya mirip daun telinga alias kuping. Teksturnya lunak dan lentur saat masih segar. Warna dan ukurannya bervariasi, tergantung jenisnya. Jamur kuping hitam (black jelly), berwarna agak kemerahan dan berukuran relatif lebar. Jamur kuping agar (white jelly), berwarna putih, ukurannya lebih kecil dan tipis. Lebih sering digunakan dalam masakan Cina.

Jamur tiram:
Biasanya disebut dengan oyster mushroom. Tangkai tudungnya tidak tepat di tengah dan tidak bulat benar, melainkan menyerupai cangkang tiram. Ukuran dan warna tudungnya pun bervariasi tergantung cara budidayanya, tergantung dari jenisnya. Jamur tiram putih (white oyster), warna tudungnya putih susu sampai putih kekuningan dan bergaris tengah 3-14 cm.  Jamur tiram abu-abu, warna tudungnya abu-abu kecoklatan sampai kuning kehitaman dan lebarnya 6-14 cm.  Jamur tiram cokelat (tedokihiratake atau abalon), warna tudungnya keputihan atau sedikit keabuan sampai abu-abu kecokelatan dan berdiameter 5-12 cm. Jamur tiram pink (pink oyster atau sakura shimeji), disebut demikian karena tudungnya berwana kemerahan. Jamur tiram umumnya dijual dalam kemasan kaleng dan jarang sekali dijual dalam keadaan segar, karena jamur ini banyak mengandung air sehingga mudah busuk.

Jamur morel:
Berjuluk rajanya jamur di kawasan Eropa, karena rasanya yang sangat enak. Banyak ditemukan pada saat musim semi dan awal musim gugur. Untuk mendapatkan kelezatan berlipat ganda, jamur ini harus dimasak dengan keahlian khusus. Banyak dijual dalam bentuk kering atau kalengan.

 

Jamur emas:
Golden mushroom ini sering juga disebut sebagai jamur kuritake. Jamur ini berbentuk ramping mirip dengan bentuk taoge.

Jamur boletus:

Jamur ini sangat terkenal di kawasan Eropa karena aroma, rasa dan kelezatannya yang khas, terutama ketika jamur ini masih muda.

Jamur nomeko:
Disebut juga dengan jamur kepala monyet. Meskipun berbulu, rasanya sangat enak. Di Indonesia, jamur ini tidak terlalu populer sehingga jarang ditemukan di pasaran.

Jamur black truffle:
Merupakan jamur hutan yang disebut juga black pearl atau black queen. Harganya sangat mahal dan sukar diperoleh. Sebab, jamur ini tumbuh di bawah permukaan tanah yaitu sedalam 10-30 cm.

Jamur cepe:
Batangnya menggelembung menyerupai batang pohon. Banyak dibudidayakan di negara Eropa. Jamur ini dapat dimakan mentah untuk salad dan sangat lezat dibuat campuran omelet.

 

Membudidayakan Jamur Tiram Putih

Budidaya Jamur Tiram Putih menjadi bisnis produksi jamur yang semakin bagus prospeknya dan sangat menjanjikan. Jamur tiram putih besar sekali manfaatnya untuk kesehatan dan juga dapat di masak dengan berbagai menu masakan yang nikmat. Budidaya jamur tiram putih sangat menjanjikan sebab cara budidayanya tidak sulit dan permintaan pasar terhadap jamur tiram putih sangat besar.

Trik Budidaya Jamur Tiram Putih adalah dengan melengkapi segala keperluannya. Bahan-bahan dan alat yang diperlukan adalah :

A. Bahan-bahan :

– Bibit jamur harus yang berkualitas.
– Bekatul.
– Air bersih untuk membasahi bekatul.
– Kapur dolomite untuk mengatur PH.
– Tepung jagung.
– Kapas.
– Serbuk gergaji ( serguk gergaji kayu yang homogen bukan heterogen ) dan hindari   serbuk kayu yang bergetah.
– Bag Log

B. Alat-alat :

– Kumbung jamur atau ruangan khusus untuk mengatur suhu panas dan dingin.
– Rak Jamur.
– Alat pengepres untuk pemadatan campuran media.
– Alat pengaduk bibit ( Spatula ).

Cara budidaya jamur tiram putih :

1. Media

– Serbuk gergaji ditambahkan air dengan kelembaban kira-kira 50 – 65%.
– Apabila dicampur dengan tepung jagung maka kompsisinya adalah tepung jagung (   10% ), bekatul ( 10% ), dan serbuk gergaji ( 80% ). Apabila tanpa tepung jagung maka   serbuk gergajinya 15% dan 85%.
– Campur dengan macam-macam media sampai rata.
– Kasih kapur dolomite hingga PH menjadi netral atau 7.

2. Pengemasan Media

– Masukkan dalam plastik bahan-bahan media yang sudah tercampur dengan rata.
– Media kemudian dipres dengan rapat namun pada mulut pastiknya di beri cincin yang   fungsinya untuk memasukkan bibit jamur nantinya.
– Tutup ujung media dengan kapas agar tak terkena uap.

3. Seterilisasi

Trik budidaya jamur tiram tak lepas dengan yang namanya sterilisasi media. Sebab media yang di gunakan harus bersih dari microbia pathogen seperti bakteri dan jamur.

 

Berikut ini trik seterilisasi media :

– Masukkan dulu sepatula yang akan di gunakan untuk menyebarkan bibit agar tidak   merepotkan saat seterilisasi alat.
– Sepatula sebaiknya di bungukus dengan plastik dan di tutup agar lebih aman.
– Masukkan dan tata media dalam drum pemanas untuk proses sterilisasi.
– Panaskan media hingga suhunya mencapi 90 derajat dan bisarkan selama 8 sampai   9 jam.
– Biarkan drum tetap tertutup untuk menghindari penguapan air pada tepi plastik.

4. Inokulasi Bibit Jamur

– Cuci tangan dengan sabun anti kuman dan semprot dengan alkohol 70% untuk   meminimalisir kontaminan.
– Angkat dan keluarkan sepatula dari plastik.
– Buka tutup wadah bibit dan aduk dengan sepatula yang sudah seteril.
– Buka kapas di mulut plastik dan masukkan bibit setelah itu tutup kembali dengan   kapas.
– Pasang kembali tutup media.
– Bibit siap di inkubasi.

5. Cara Inkubasi

– Letakkan media yang sudah di beri  bibit pada rak pentimpanan.
– Lama inkubasi kurang lebih 40 hari dengan suhu optimal 22 hingga 28 derajat celsius.

6. Pemeliharaan

– Selama masa pemeliharaan penutup baglog sebaiknya sedikit di buka.
– Usahan ventilias udaranya lancar agar dapat mensuplai oksigen dengan baik.
– Lakukan penyiraman setiap hari terutama pada saat tengah hari untuk   mempertahankan kelembaban udara.

7. Panen

Jamur tira putih sudah bisa di panen jika badan jamur sudah tumbuh besar dan lebar.

Dalam budidaya jamur tiram putih yang perlu di perhatikan adalah kelembaban. namun semakin lembab lingkungannya semakin meicu terjadinya kontaminan. Oleh sebab itu jika budidaya jamur tiram putih dilakukan di tempat yang lembab sebainya kadar nutrisinya dikurangi untuk menghambat pertumbuhan bakteri dan jamur penyakit.

ImageImage